Apakah Kista Ovarium Bisa Mengganggu Kesuburan?

Apakah Kista Ovarium Bisa Mengganggu Kesuburan?

Apakah Kista Ovarium Bisa Mengganggu Kesuburan? Itulah salah satu hal yang menjadi pertanyaan banyak orang mengenai penyakit kista ovarium. Dan untuk mengetahui jawabannya, bisa kita simak penjelasannya dalam pembahasan berikut ini!

Apakah Kista Ovarium Bisa Mengganggu Kesuburan?

Seperti diketahui, kista ovarium merupakan salah satu penyakit yang ditakuti oleh banyak wanita. Penyakit ini cukup mengganggu dengan gejala-gejala yang ditimbulkannya. Penyakit ini bahkan berisiko menimbulkan dampak yang buruk bagi penderitanya. Karena itu, penyakit kista ovarium ini tidak bisa dibiarkan lama-lama sebelum kondisinya semakin memburuk.

Salah satu dampak buruk kista ovarium yang selama ini beredar di masyarakat adalah infertilitas atau kemandulan alias sulit hamil. Sulitnya memiliki keturunan memang sering dikaitkan dengan wanita yang terdiagnosis kista ovarium. Benarkah demikian? Ternyata pendapat tersebut tidak selalu benar. Pasalnya, kista ovarium sendiri ada banyak jenisnya, dan tiap jenisnya memiliki karateristik yang berbeda.

Beberapa di antara jenis kista ovarium ada yang dapat memengaruhi kesuburan, contohnya kista endometrioma yang disebabkan oleh endometriosis. Ada juga kista ovarium yang disebabkan oleh sindrom ovarium polikistik atau biasa disebut PCOS. Kista ovarium jenis ini ditandai dengan kista kecil dalam jumlah banyak pada ovarium. Selain itu, PCOS juga bisa mengganggu siklus menstruasi dan tingkat hormon.

Tapi tunggu dulu. Meski begitu, dua jenis kista ovarium di atas masih ada peluang untuk bisa hamil. Namun kista ovarium tersebut tetap membutuhkan penanganan yang tepat untuk memperoleh kehamilan.

Selain dua jenis kista di atas, masih ada jenis kista lainnya yang umumnya tidak mempengaruhi kesuburan penderitanya, seperti kista fungsional, kista cystadenomas, dan kista dermoid. Namun jika kista jenis di atas bertumbuh sangat besar akan mengganggu kesuburan. Kista fungsional adalah jenis kista ovarium yang umum terjadi selama siklus menstruasi. Kista jenis ini tidak mempengaruhi kesuburan penderitanya, justru kehadirannya menunjukkan bahwa penderitanya sedang subur. Sedangkan kista dermoid adalah jenis kista ovarium yang mengandung jaringan seperti rambut, kulit, atau gigi, dan bukan cairan seperti kista lainnya. Sementara kista cystadenomas adalah jenis kista ovarium yang tumbuh di dalam indung telur yang muncul dari permukaan indung telur. Kista jenis ini butuh perawatan khusus, namun tidak mempengaruhi kesuburan.

Baca Juga : Penyebab Kista Ovarium

Bagi wanita yang menderita kista endometrioma dan kista ovarium atau PCOS, dan berkeinginan untuk memiliki keturunan, mereka dapat menemui dokter spesialis kandungan untuk berkonsultasi. Pengidap endometrioma dan PCOS masih memiliki peluang untuk bisa hamil dan memiliki keturunan dengan menjalani sejumlah perawatan.

Perawatan kesuburan untuk penderita endometrioma

Saat menjalani terapi, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan darah yang bertujuan untuk menilai kemampuan indung telur atau ovarium pasien dalam menghasilkan sel telur yang sehat. Tindakan operasi bisa dilakukan dengan teknik laparoskopi jika pasien menderita endometrioma yang ringan. Setelah menjalani operasi, peluang pasien endometrioma untuk hamil sulit diprediksi. Apalagi jika kista yang dialami sudah parah, kemungkinan pasien untuk hamil adalah sekitar 35%–65% setelah menjalani operasi. Pasien sebisa mungkin dianjurkan untuk segera mencoba program hamil setelah operasi. Sebab dikhawatirkan jika menunggu jeda waktu yang terlalu lama malah endometriosis dan kista bisa muncul kembali.

Perawatan kesuburan untuk penderita PCOS

Solusi pertama yang akan ditawarkan untuk penderita PCOS adalah minum obat kesuburan bernama klomifen, di mana obat tersebut bisa merangsang ovulasi. Solusi lain yang akan ditawarkan jika obat tersebut tidak efektif adalah mengonsumsi obat gonadotropin. Perlu diketahui, penderita PCOS berpeluang memiliki anak kembar dengan mengonsumsi obat ini, karena rangsangannya lebih kuat daripada klomifen.

Selain mengonsumi obat-obatan, operasi pembedahan juga bisa menjadi solusi lain, dengan teknik pengeboran ovarium laparoskopi (LOD). Solusi ini bisa diambil jika obat-obatan sudah tidak dapat membantu.

Jika solusinya sukses dan bisa hamil, pasien tetap harus melakukan perawatan tambahan dengan menjalani gaya hidup sehat untuk menghindari komplikasi, terutama yang berkaitan dengan berat badan, seperti tekanan darah tinggi, diabetes gestasional, atau preeklampsia. Pasien juga harus berhati-hati karena risiko keguguran yang menjadi lebih tinggi.

Jadi, Apakah Kista Ovarium Bisa Mengganggu Kesuburan? Jawabannya tergantung kista ovarium yang dialami, karena ada yang bisa mempengaruhi kesuburan dan ada yang tidak, seperti yang sudah dijelaskan di atas. Nah sementara itu, untuk mengobati kista ovarium, ada rekomendasi yang bagus dari pakar kesehatan reproduksi ternama Indonesia – Boyke Dian Nugraha – yaitu Ladyfem Kapsul. Ini adalah obat kista ovarium herbal yang sudah teruji dan terbukti khasiatnya, sudah ada testimoninya dari para konsumennya. Dan kualitasnya pun tidak perlu diragukan lagi, karena sudah terdaftar di BPOM RI.

Baca Juga : Penjelasan Lengkap Tentang Ladyfem

Ladyfem

Jika anda ingin berkonsultasi terlebih dahulu dan mengatahui informasi lebih lanjutnya, silahkan hubungi kontak dibawah ini :

Telp : (0265) 341113

Telp : 085 793 507 222

SMS/WA/Telp : 085 320 000 874

PIN BB : 25C274D1

Line : zahraherbal

IG : toko_zahraherbal

Posted by : Admin Fazaherbal.my.id

 

Baca artikel menarik lainnya :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *